Tampilkan postingan dengan label Diagnosa LAN. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Diagnosa LAN. Tampilkan semua postingan

Jumat, 16 Desember 2011

Laporan Diagnosa LAN Semester 3

Diag_LAN-Rika_Yanti

Senin, 28 November 2011

Laporan Observasi ISP


Kelompok 8
LAPORAN SURVEY JARINGAN DI ISP
Kelas
- Cahya Maulana Yusuf
- M. Indra Firmansyah
- Rasta Eki Saputra
- Rika Yanti
XI Teknik Komputer dan Jaringan B
Pemateri
- Bpk. Rudi Haryadi
- Ibu Chandra Dewi Lestari

I. Pendahuluan
          Selaku teknisi tentang komputer dan jaringan kita harus mengerti tentang IP Subnet serta penggunaan IP Subnet pada kehidupan nyata. Jadi kami melakukan observasi mengenai jaringan dan pernggunaan IP.
Dengan hal tersebut maka kami melakukan penelitian ke sebuah ISP tepatnya di Telkom Plasa di Jl.Lembong No.11.

II. Langkah kerja dan Hasil Penelitian

Observasi ini kami lakukan di ruangan HR.
a.    Survei jaringan
Jumlah PC Gedung utama  : 229 PC (sudah termasuk ruang HR)
Topologi                          : Star
Luas ruangan HR              : 8mx5m
Host                               : PC
Penghubung                     : Switch
Perangkat Tambahan        : Printer

b.    IP Address                     : Tidak diberi tahu, tetapi menggunakan /24.


III. Kesimpulan
      Jadi setelah observasi pada perusahaan yang menyediakan ISP bahwa perusahaan tersebut menggunakan penggunaan IP Subnet yang sangat berguna karena sangat berbahaya sekali jika IP tidak di subnet maka kemungkinan terjadinya pembobolan IP yang dapat sangat merugikan perusahaan.

Subneting

1.
Diketahui : Network awal 192.168.11.0/23
Ditanya : Buat menjadi 16 subnetwork
Jawab :
16=2^n n=4  192.168.11.0/27
32-27=5
Jumlah subnet : 16 subnet
Jumlah host persubnet : 2^5=32host
Range dari ip address 192.168.11.0/27 s/d 192.168.12.254/27

2,
Diketahui : Network awal 192.168.10.14/26
Ditanya : Buat menjadi 7 subnetwork
Jawab :
2^n≥7 n=3 192.168.10.14/29
32-29=3
Jumlah subnet = 7 subnet
Jumlah host persubnet : 2^3=8 host
Range dari ip address 192.168.10.14/29 s/d 192.168.10.68/29

3.
Diketahui : Network awal 192.168.112.0/20
Ditanya : tentukan alokasi subnetwork yang masing-masing terdiri atas 600 host
Jawab :
600+2≤2^n n=10 192.168.10.14/22
32-10=22
Jumlah subnet = 4 subnet
Jumlah host persubnet : 600 host
Range dari ip address 192.168.112.0/22 s/d 192.168.124.92/22

Berikut 4 network yang masing-masing range IP terdiri dari 600 host :
192.168.112.1 - 192.168.114.90
192.168.114.93 - 192.168.116.183
192.168.116.186 - 192.168.116.32
192.168.119.35 - 192.168.121.124

4.
Diketahui : Network awal 100.100.10.10/28
Ditanya : tentukan alokasi subnetwork yang masing-masing terdiri atas 8 host
Jawab :
2^n=8 n=3 100.100.10.10/28

Jumlah subnet = 1 subnet
Jumlah host persubnet = 16 host
Range dari ip address 100.100.10.10/28 s/d 100.100.10.25/28

Rabu, 03 Agustus 2011

WiMAX


Dari rentang spektrum frekuensi 2-6 GHz yang distandarkan oleh IEEE untuk BWA, WiMAX Forum mengembangkan spektrum frekuensi untuk WiMAX seperti ditunjukkan pada Tabel di bawah ini. Terdapat dua kategori spektrum yang diusulkan yaitu frekuensi berlisensi dan frekuensi bebas lisensi.
Tabel Spektrum frekuensi WiMAX.
Frekuensi
Lisensi/ Bebas lisensi
Kondisi eksisting 2005-2007
Batas transmisi daya
Alokasi spektrum per operator
Kanal bandwidth yang sesuai
2,5 GHz
Lisensi
Kanada, USA, Amerika tengah dan selatan, Asia pasifik
US: +53 dBm EiRP
US : 3 X 5,5 MHz + 6 MHz
5,5 MHz,
3 MHz
3,5 GHz
Lisensi
Kanada, Amerika tengah dan selatan, Rusia, Asia pasifik
US : + 36 dBm EIRP
Eropa: 2 X 21-28 MHz
1,75 MHz, 3,5 MHz,
7 MHz
5,8 GHz
Bebas lisensi
Global
US : + 36 dBm EIRP
Tidak ada ketentuan
10 MHz


Tabel 1. Macam-macam standar IEEE 802.16.
Standar
Karakteristik
802.16
Beroperasi di band frekuensi 10/66 GHz dan memerlukan LOS (Line of Sight)
802.16ยช
Sebuah amandemen dari standar dasar 802.16 yang dapat digunakan di band frekuensi lebih rendah yaitu 2/11 GHz.Dapat bekerja di spektrum berlisensi dan tidak berlisensi. Dapat melayani pengguna secara NLOS (Non Line of Sight).
802.16b
Sebuah amandemen dalam hal spesifikasi QoS (Quality of Service).
802.16c
Adanya suatu tambahan untuk memastikan terjadinya interoperabilitas antar operator dan vendor dalam teknologi WiMAX.
802.16d
Memfokuskan pada perbaikan dan peningkatan protokol yang tidak terjangkau oleh 802.16c
802.16e
Menekankan tentang mobilitas sehingga membuat pengguna tetap mendapatkan koneksi walaupun bergerak dengan kecepatan maksimal 60 km/jam


Tabel 2. Perbedaan ketiga standar WiMAX.
Parameter
802.16
802.16d
802.16e
Ratifikasi
Desember 2001
Juni 2004
Pertengahan 2005
Frekuensi yang digunakan
10 GHz-66 GHz
2 GHz – 11 GHz
2 GHz – 6 GHz
Jenis Layanan
Backhaul
Backhaul dan Wireless DSL
Mobile internet
Jenis propagasi
LOS
NLOS
NLOS
Coverage
2-5 km
Mencapai 50 km
2-5 km
BW kanal
20,25,28 MHz
1,5 – 20 MHz
1,5 – 20 MHz
Modulasi
QPSK, 16 QAM,
64 QAM
OFDM 256 subcarrier,
BPSK – 64 QAM
OFDMA
Mobilitas
Fixed
Fixed and Nomadic
Pedestrian mobility, regional roaming
Parameter
802.16
802.16d
802.16e
Throughput
32-143 Mbps
(28 MHz)
Mencapai 75 Mbps
(20 MHz)
Mencapai 15 Mbps
(5 MHz)


Sumber : http://very_sa.students-blog.undip.ac.id/tag/standar-wimax/