Tampilkan postingan dengan label Diagnosa LAN. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Diagnosa LAN. Tampilkan semua postingan
Senin, 14 Mei 2012
Jumat, 16 Desember 2011
Senin, 28 November 2011
Laporan Observasi ISP
| Kelompok 8 | LAPORAN SURVEY JARINGAN DI ISP | Kelas |
| - Cahya Maulana Yusuf - M. Indra Firmansyah - Rasta Eki Saputra - Rika Yanti | XI Teknik Komputer dan Jaringan B | |
| Pemateri | ||
| - Bpk. Rudi Haryadi | ||
| - Ibu Chandra Dewi Lestari |
I. Pendahuluan
Selaku teknisi tentang komputer dan jaringan kita harus mengerti tentang IP Subnet serta penggunaan IP Subnet pada kehidupan nyata. Jadi kami melakukan observasi mengenai jaringan dan pernggunaan IP.
Dengan hal tersebut maka kami melakukan penelitian ke sebuah ISP tepatnya di Telkom Plasa di Jl.Lembong No.11.
II. Langkah kerja dan Hasil Penelitian
Observasi ini kami lakukan di ruangan HR.
a. Survei jaringan
Jumlah PC Gedung utama : 229 PC (sudah termasuk ruang HR)
Topologi : Star
Luas ruangan HR : 8mx5m
Host : PC
Penghubung : Switch
Perangkat Tambahan : Printer
b. IP Address : Tidak diberi tahu, tetapi menggunakan /24.
III. Kesimpulan
Jadi setelah observasi pada perusahaan yang menyediakan ISP bahwa perusahaan tersebut menggunakan penggunaan IP Subnet yang sangat berguna karena sangat berbahaya sekali jika IP tidak di subnet maka kemungkinan terjadinya pembobolan IP yang dapat sangat merugikan perusahaan.
Subneting
1.
Diketahui : Network awal 192.168.11.0/23
Ditanya : Buat menjadi 16 subnetwork
Jawab :
16=2^n n=4 192.168.11.0/27
32-27=5
Jumlah subnet : 16 subnet
Jumlah host persubnet : 2^5=32host
Range dari ip address 192.168.11.0/27 s/d 192.168.12.254/27
Diketahui : Network awal 192.168.10.14/26
Ditanya : Buat menjadi 7 subnetwork
Jawab :
2^n≥7 n=3 192.168.10.14/29
32-29=3
Jumlah subnet = 7 subnet
Jumlah host persubnet : 2^3=8 host
Range dari ip address 192.168.10.14/29 s/d 192.168.10.68/29
Diketahui : Network awal 192.168.112.0/20
Ditanya : tentukan alokasi subnetwork yang masing-masing terdiri atas 600 host
Jawab :
600+2≤2^n n=10 192.168.10.14/22
32-10=22
Jumlah subnet = 4 subnet
Jumlah host persubnet : 600 host
Range dari ip address 192.168.112.0/22 s/d 192.168.124.92/22
Berikut 4 network yang masing-masing range IP terdiri dari 600 host :
192.168.112.1 - 192.168.114.90
192.168.114.93 - 192.168.116.183
192.168.116.186 - 192.168.116.32
192.168.119.35 - 192.168.121.124
4.
Diketahui : Network awal 100.100.10.10/28
Ditanya : tentukan alokasi subnetwork yang masing-masing terdiri atas 8 host
Jawab :
2^n=8 n=3 100.100.10.10/28
Jumlah subnet = 1 subnet
Jumlah host persubnet = 16 host
Range dari ip address 100.100.10.10/28 s/d 100.100.10.25/28
Rabu, 03 Agustus 2011
WiMAX
Dari rentang spektrum frekuensi 2-6 GHz yang distandarkan oleh IEEE untuk BWA, WiMAX Forum mengembangkan spektrum frekuensi untuk WiMAX seperti ditunjukkan pada Tabel di bawah ini. Terdapat dua kategori spektrum yang diusulkan yaitu frekuensi berlisensi dan frekuensi bebas lisensi.
Tabel Spektrum frekuensi WiMAX.
Frekuensi | Lisensi/ Bebas lisensi | Kondisi eksisting 2005-2007 | Batas transmisi daya | Alokasi spektrum per operator | Kanal bandwidth yang sesuai |
2,5 GHz | Lisensi | Kanada, USA, Amerika tengah dan selatan, Asia pasifik | US: +53 dBm EiRP | US : 3 X 5,5 MHz + 6 MHz | 5,5 MHz, 3 MHz |
3,5 GHz | Lisensi | Kanada, Amerika tengah dan selatan, Rusia, Asia pasifik | US : + 36 dBm EIRP | Eropa: 2 X 21-28 MHz | 1,75 MHz, 3,5 MHz, 7 MHz |
5,8 GHz | Bebas lisensi | Global | US : + 36 dBm EIRP | Tidak ada ketentuan | 10 MHz |
Tabel 1. Macam-macam standar IEEE 802.16.
Standar | Karakteristik |
802.16 | Beroperasi di band frekuensi 10/66 GHz dan memerlukan LOS (Line of Sight) |
802.16ยช | Sebuah amandemen dari standar dasar 802.16 yang dapat digunakan di band frekuensi lebih rendah yaitu 2/11 GHz.Dapat bekerja di spektrum berlisensi dan tidak berlisensi. Dapat melayani pengguna secara NLOS (Non Line of Sight). |
802.16b | Sebuah amandemen dalam hal spesifikasi QoS (Quality of Service). |
802.16c | Adanya suatu tambahan untuk memastikan terjadinya interoperabilitas antar operator dan vendor dalam teknologi WiMAX. |
802.16d | Memfokuskan pada perbaikan dan peningkatan protokol yang tidak terjangkau oleh 802.16c |
802.16e | Menekankan tentang mobilitas sehingga membuat pengguna tetap mendapatkan koneksi walaupun bergerak dengan kecepatan maksimal 60 km/jam |
Tabel 2. Perbedaan ketiga standar WiMAX.
Parameter | 802.16 | 802.16d | 802.16e |
Ratifikasi | Desember 2001 | Juni 2004 | Pertengahan 2005 |
Frekuensi yang digunakan | 10 GHz-66 GHz | 2 GHz – 11 GHz | 2 GHz – 6 GHz |
Jenis Layanan | Backhaul | Backhaul dan Wireless DSL | Mobile internet |
Jenis propagasi | LOS | NLOS | NLOS |
Coverage | 2-5 km | Mencapai 50 km | 2-5 km |
BW kanal | 20,25,28 MHz | 1,5 – 20 MHz | 1,5 – 20 MHz |
Modulasi | QPSK, 16 QAM, 64 QAM | OFDM 256 subcarrier, BPSK – 64 QAM | OFDMA |
Mobilitas | Fixed | Fixed and Nomadic | Pedestrian mobility, regional roaming |
Parameter | 802.16 | 802.16d | 802.16e |
Throughput | 32-143 Mbps (28 MHz) | Mencapai 75 Mbps (20 MHz) | Mencapai 15 Mbps (5 MHz) |
Langganan:
Postingan (Atom)